jump to navigation

HUT RI [lagi] August 17, 2007

Posted by adhe3t in Peristiwa.
trackback

tujuh belas agustus tahun empat lima
itulah hari kemerdekaan kita

gw gak tau kapan terakhir kali gw nyanyi lagu ini. dulu gw sering merinding kalo nyanyi lagu-lagu kebangsaan, terutama ’syukur’. gw mo cerita dikit ttg HUT RI dari taun ke tahun.

lima tahun setelah gw lahir di bumi, ibu selalu ngajak pergi ke kekecamatan tiap tanggal 17 bulan delapan. apa yg gw lihat disana?
puluhan kendaraan seperti mobil, motor, didandani hingga menyeruipai berbagai macam bentuk. ada pesawat, kapal, helikopter, tank, dll. ratusan anak-anak muda mulai SD-SMP-SMA sibuk jejeritan. gw kira sedang menyanyikan lagu2 kebangsaan. tak kalah
semangat, para orang tua turut berjubel dengan puluhan spanduk, umbul-umbul, atau bendera di tangan-tanganya yang masih kuat. hampir semua gapura gang dibuat indah, dihias segala rupa sehingga enak dipandang. rumah-rumah dicat lagi. di depannya kemudian dipasang tiang dan merah putih bertengger di atasnya. hey guys, betapa meriah masa-masa HUT RI sewaktu gw berumur 4-12 tahun. masa-masa golkar yg seolah partai tunggal waktu itu.

acara di kecamatan berlangsung dari jam 6 sampe jam 10 pagi. puluhan kendaraan-kendaraan yg telah didandani itu di arak sampai alun-alun. macet total! but hey, tidak ada yg mengeluh karenanya. malah semua ikut jingkrak-jingkrak di jalanan.
menabuh-nabuh kendang, genderang, atau alat musik lainnya. terus-terusan mengumandangkan lagu2 perjuangan. anak-anak sangat senang meniru tingkah polah orang2 tua di sekitarnya, yaitu mencoreng-moreng muka dan membawa-bawa tombak seolah mau perang. beberapa prototype macan, banteng, ondel-ondel, menari-nari di sepanjang jalan. ada juga boneka yg menyerupai wajah Soekarno-Hatta.
yah, gembira raya waktu itu. sampe kelas 6 SD gw masih bisa menyaksikan orang2 kreatip ini.

ternyata perubahan itu cepat datangnya. fenomena yg gw sebutin di atas, tidak dapat gw temuin ketika SMP dan SMA. bulan Agustus yg merupakan masa-masa Jambore adalah kegiatan pertama untuk menyambut HUT RI di zaman ini. SMP gw sampe ikut 3 kali kemping aka kemah tiap tahunnya. dan kesan yang luar biasa didapatkan dari kegiatan ini. nanti lah gw ceritain di lain waktu. untuk upacara perayaan HUT RI nya sendiri tidak ada yg istimewa. Pada upacara kali itu, tidak ada arak-arakan yang berarti. selama 3 tahun malah makin malas untuk menghadiri upacara seperti ini. tibalah masa-masa SMA yang mencapai puncak kebosanan melakukan upacara pengibaran bendera sat HUT RI.

gw ingat betul cuma pada tingkat pertama gw ikut upacara. kali ini di alun-alun kabupaten. itu pun karena terpaksa. berikut kronologisnya. pertengahan Juli zaman itu ada pengumuman lomba pawai obor, dan gw masuk di dalam timnya. (tim diambil dari mantan paskib SMP, gini2 gw paskib lho). pawai obor pertama digelar malem hari sebelum opening jambore digelar. yaitu awal-awal agustus.
awal agustus gw masuk tim paduan suara yg bakalan ngiringin paskibraka saat pengibaran bendera 17 agustus. masuk tim paduan suara juga paksaan. karena tidak ada UKM paduan suara di SMA gw.
malem 17an, tepatnya tanggal 16 bulan 8, jam 8, ada pawai obor lagi. bagi yang belum tau, pawai obor adalah gerak jalan (bukan jalan santai) sejauh 5 kiloan sambil membawa obor dan tetap dalam barisan. biasanya penilaian diambil dari kekompakkan, kerapihan barisan, dan variasi gerakan. ini lah saat-saat dimana satu SMA dengan SMA lain saling mengejek aka menjatuhkan (padahal dilarang). kebetulan SMA gw paporit, jadi paling sering kena ejekan, sarkasme, dan gencetan senjata saat itu. terutama dari PGRI, SMK, dan Aliyah. Pawai obor inilah acara paling berkesan dalam rangkaian acara HUT RI selama SMA.
dan itulah alasan kenapa besoknya gw mesti repot2 datang menghadiri penaikan bendera yang lamanya naudzubillah. itu karena gw harus nyanyi, dan nunggu pengumuman pemenang lomba tadi malem. Tidak sia-sia ternyata. bupati memuji suara kami karena kami berhasil membawakan lagu indonesia raya dan syukur dgn sangat baik. pawai obor juga ternyata kami masih yang terbaik. hahaha

Waktu cepat banget berlalu. masak-masak seperti itu akhirnya cuma bisa dikenang. kini gw udah jadi mahasiswa informatika stt telkom. tingkat 3 pulak! bagaimana dengan agustusannya???
kalo bukan karena gw peserta PDKT (ospek, red) di tahun pertama, dan panitianya pada tahun kedua, gw gak bakalan mau ngikut upacara ini. dan betul saja di taun ini gw lebih milih tidur di kosan ketimbang panas-panasan di lapangan. seperti 2 taun sebelumnya.. tujuh belasan di dayeuh kolot, keraassaaaa bangeet…. sepinya… suer!! gw ceritain yg taun ini aja deh.
malem hari gw keliling bandung ampe jam 11an. dan sepi banget!!! tidak ada pawai obor, tidak ada acara apa pun. gak jarang gw mergokin rumah2 yg di depannya tidak dipasang bendera merah putih. gang-gang dibiarkan tetap dengan keadaannya semula. tidak ada
yang berubah. beda jauh dari tahun-tahun sebelumnya..dan bener saja. esok paginya, ketika perayaan HUT RI yang ke-62 itu digelar, suer… biasa banget. gw balik dari SC ke kosan jam 8. kampung begitu sepi! sama seperti hari-hari biasanya. walaupun ada beberapa RW yang ngadain acara, but hey, tidak ada yg lebih istimewa.

apakah nasionalisme gw kini berkurang?
hell no! gw mantan pramuka! dan gw masih megang tuh point ke-2 Dasa Dharma!
indonesia kah yang banyak berubah? jelas!
banyak partai, banyak permusuhan. banyak pertikaian, pemerkosaan, perang antar warga, perang agama. Korupsi, pembunuhan bayi-bayi, aborsi. pembodohan umat, rakyat banyak melarat.
pertanyaannya tinggal, “bisakah negeri ini baik lagi?” pilihannya cuma “all or nothing”. rubah semua atau tidak sama sekali. jadi bangsa merdeka atau negeri mati saja.
Arti merdeka untuk untuk RI yg ke-62 bagi gw khususnya, adalah diri ini bebas merdeka atas prasangka, bebas merdeka memilih pilihan yang gw suka, bebas dan bebas mewajahkan kebebasannya.
==============================================================
geliat kang adheet:
Dulu pas di hmif sempet punya keinginan ngadain pawai obor. pesertanya dari SMP-SMA di bandung, serta dari Universitas. keliling alun-alun. pasti seru. cuma mimpi sih. apakah mimpi itu bisa diteruskan?

Comments»

No comments yet — be the first.