Tragedi Pembagian Zakat di Jawa Timur September 16, 2008
Posted by adhe3t in Peristiwa.trackback
Sekitar pagi-pagi jam 10 pada tanggal 15 kemarin, di sebuah Kota di Jawa Timur. Miris, sedih, simpati, dan menyayangkan ketika sebuah niat baik berakhir dengan sangat buruk.
Engkau mungkin sudah tahu apa yang terjadi. Kau melihatnya jg di tv bukan?
Ada anak terjepit diantara pagar-pagar rumah, ada banyak ibu yang kesusahan bernafas, ada para bapak ikut marah. Akhirnya, sampai catatan ini dimuat ada 21 orang meninggal akibat peristiwa ini.
Ini betul-betul menyedihkan! Apakah ini salah satu bukti bahwa Indonesia terlalu miskin. “Itu kan masalahnya berbeda,” kata SBY.
Adalah Syaichron, seorang pengusaha kaya asal pasuruan Jawa Timur yang berniat membagikan zakat berupa sejumlah uang kepada masyarakat. Bisa dipahami jika keluarga Syaichon kurang mempercayai badan amil zakat setempat, sehingga mereka melaksanakannya sendiri, dan tanpa memberitahu pemerintah setempat.
Apakah ini salah satu bentuk arogansi Syaichon dan keluarga atau keinginan untuk tidak merepotkan orang lain karena mereka pikir cukup mampu mengatasi pembagian zakat ini. “Kita menyarankan para pembagi zakat hendaknya tidak arogan dengan menjalankan sendiri,” kata wakil ketua DPR, Muhaimin. Ataukah keinginan supaya disebut-sebut sebagai dermawan semata? “Saat ini banyak tokoh cenderung ingin dianggap sebagai dermawan,” kata Prof Dr Susetiawan, sosiolog UGM. wallahu ‘alam.
Adilkah apabila hanya si pemberi zakat yang pantas disalahkan karena peristiwa ini? adakah pihak lain yang seyogyanya bertanggung jawab atas kejadian memilukan ini?
“Kita memberikan apresiasi atas niat baik pemberi zakat. Di sisi lain, ini
menunjukkan beban masyarakat semakin berat dan pemerintah gagal untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Tjahjo di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (16/9/2008).
Beberapa menuding justru pihak pemberi zakat lah yang bertanggung jawab atas peristiwa naas ini. Polisi sudah menetapkan tersangka dalam kasus insiden zakat Pasuruan. Adalah Farouk yang merupakan anak kedua Syaichon yang dianggap paling bertanggung jawab atas tragedi memilukan tersebut.
Siapa lagi yang mungkin bisa disalahkan?
“Ada korban, harus ada investigasi. Siapa yang salah diberi sanksi. Jangan yang tak bersalah dimaki-maki dan yang salah malah dianggap tidak ada masalah,” Kata SBY lagi.
Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan disini.
1. Selalu awali segala sesuatu dengan niatan ikhlas
2. Apabila ingin berbagi dengan kelompok dhuafa, maka cara terbaik adalah dengan menitipnya pada lembaga2 penyalur zakat saja.
3. Persiapan dan lain hal memang harus dilakukan secara matang
Ya Allah, mudah2an amal ibadah orang yang memberi zakat ini diterima olehMu sebagai pahala, dan semoga semua korban dan keluarga diberi ketabahan serta diringkankan beban hidupnya.





Comments»
No comments yet — be the first.