Proposal Workshop Public Speaking HMIF October 18, 2008
Posted by adhe3t in Review.trackback
Cuma pengen ngasih review.. jadi kemaren tuh ceritanya gw Iseng, bareng 3 pengurus HMIF yg lain, Bintar, Isa, dan Shopan ngajuin proposal lomba pembuatan modul public speaking. Dan ternyata kami pun dinyatakan lolos ke tahap presentasi.
Jadi intinya, nanti jika proposal kami diterima maka kami harus menjalankan program pelatihan public speaking yang kami tawarkan kepada Bag. CDC IT Telkom.
Judul proposal kami adalah “Workshop Pengembangan Kemampuan dan Keberanian Berbicara di Depan Umum”, yang memiliki sasaran kompetensi yang ingin dicapai adalah:
1. Melatih kemampuan bicara
2. Melatih keberanian bicara
3. Melatih berbicara produktif dan benar
Dan tentu saja, layaknya orang presentasi pasti ada sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan itu gw review aja disini
Kenapa kami memilih judul di atas?
Well, awalnya judul proposal kami adalah “Training Public Speaking HMIF”, tetapi setelah dipikir lebih lanjut judul itu terkesan pelatihan ngomong dalam bahasa inggris, walaupun sebetulnya kalimat yang lebih tepat adalah ‘public speaking training’. Maka kami mencari judul lain yang berbahasa Indonesia.
Kenapa dipilih kata “workshop”?
Sebelum menggunakan workshop, kami sempat menuliskan bahwa kata yang pas adalah “PELATIHAN”, tetapi kemudian metode2 yang kami tawarkan di dalam proposal bukan hanya mengadakan pelatihan, tetapi diskusi, evaluasi, dll. Sehingga ditemukanlah kata ‘workshop’ tersebut. Pemakaian kata ‘workshop’ diawal judul juga menandakan bahwa kami memang memiliki niat untuk mengadakan pelatihan publik speaking, bukan cuma membuat modulnya saja.
Kenapa harus pengembangan kemampuan dan keberanian berbicara?
Well, memang boleh dikatakan klaim ketika gw bilang karena masyarakat IT Telkom khususnya mahasiswa masih banyak yang tidak bisa berbicara di depan umum. Kami mengambil sample dari HMIF, yang notabene nya kaum aktivis organisatoris (he he), ternyata masih lumayan banyak kok yang kurang mampu berbicara di depan umum. Kami juga tidak mau terlalu bermuluk-muluk mengambil tema yang lebih berat seperti, berbicara ala profesional, berbicara dalam bisnis, dll. Yang diinginkan kami dari pelatihan ini adalah, peserta mampu dan berani berbicara, serta produktif dan benar. Maksudnya benar disini adalah mereka berbicara dengan memakai prinsip-prinsip dasar komunikasi.
Apa aja prinsip dasar komunikasi?
Dalam berbicara yang baik, setiap pokok pembicaraan yang kita mulai, yang kita sampaikan ke orang-orang, haruslah memiliki intro atau awalan, isi, lalu penutup. Kemudian bisa juga ditambahkan dengan apresiasi seperti “terima kasih Anda telah datang”, “bagaimana kabar Anda”, dll.
Sukses berbicara tak luput dari penguasaan terhadap 3V, yaitu visual, Vocal, dan Verbal.
Visual dengan persentasi lebih besar dari dua lainnya, yaitu gestur tubuh kita serta perilaku yang kita tunjukan ke orang2 ketika berbicara di depan.
Vocal berkaitan dengan intonasi berbicara. Jadi ada saat dimana berbicara itu dipelankan, ada juga ketika berbicara dengan nyaring atau jelas, sebagai tanda penekanan.
Verbal, berkaitan dengan pengetahuan. Jadi apa yang kita sampaikan adalah isi pengetahuan kita terhadap masalah tersebut. Itulah verbal. Verbal yang dinyatakan pintar tidak menentukan seseorang itu sukses sebagai pembicara, apabila visual dan vocal nya tidak dikuasai.
Apa bedanya kemauan, kemampuan, dan keberanian dalam berbicara?
Yang jelas kami tidak memasukan sasaran, ‘melatih kemauan bicara’ peserta karena kami ingin membuatnya lebih spesifik serta tepat sasaran. Kemauan bicara kami akomodir pada kontrak belajar. So, pada workshop ini kami mempunyai kontrak belajar, yang satu diantara banyak lainnya adalah bahwa peserta harus mau mempelajari semua materi yang disampaikan.
Permasalahan berikutnya adalah apa bedanya kemampuan dengan keberanian bicara? bukankah orang yang mampu berbicara sudah pasti orang yang berani bicara?
Bisa saja, tetapi kalau dibalik apakah akan sama dengan kalimat, orang yang berani bicara pasti mampu berbicara?
Belum tentu!!! Nah, untuk itulah kami menuliskan sasaran di atas dalam 2 poin untuk mengakomodir kelompok peserta yang sudah memiliki keberanian, tetapi belum mampu menyampaikannya di depan umum secara baik.
Apa yang dimaksud bicara produktif dan benar?
Ini kaitannya dengan pembahasan sebelumnya, dan mungkin dengan ditambahkan aspek2 lain yang dikenal dengan istilah 6C : concise, complete, clear, concrete, courtesy, dan correct. Pembahasan leih lanjut mungkin pada postingan gw berikutnya. he
Oke then, semoga proposal kami diterima sehingga kami bisa menjalankan workshop ini dengan sebaik2nya. Dan ternyata eh ternyata yang lolos nanti akan ditunjuk menjadi trainer untuk workshopnya.. haha
Doakan kami ya! pengumumannya masih minggu depan..
thnx for reading





Kapan diadainnya? di mana ya… dan kalo punay link di Balikpapan tolong di bikin di sini dong… Plz… “ngarep Mode ON”
wew, kalo kami diundang, kami siyap kok kesana,, hehehe
hasilnya gmn dheet???
sukses yak…
buka juga ini, ada nama mu dsna..
http://akaike.wordpress.com/2008/10/19/baso-malang-enggal-award/
btw, link mu dah ku tambah di blog aq..
jadi inget gua di training edan
. beh training gila tuh
. undang aja nich orang.
Intinya mah masalah public speaking bukan masalah bahan bicara tapi masalah keberanian berdiri dan mengutarakan pendapat
wah lokasi jauh dari sy tuh
http://www.asephd.co.cc
concise teh apa kak?kan pelatihan cdc 2 kali tuh, kalian ikut ngisi juga ga? nay ga tau apa2 euy,
bukannya pelatihan kedua kalian yg dilatih yah??
kan giliran kita
salam kenal dari blogger kalsel