Beberapa Fenomena di Organisasi November 14, 2008
Posted by adhe3t in Organisasi.trackback
Cukup lama ndak nge-Blog, kangen juga nih pengen nulis banyak. Beberapa hari ke belakang sibuk ngurusin UTS, terus mulai ngurusin praktikum lagi, dan masih ngurusin Himpunan sampe sekarang. Postingan kali ini kembali mengambil tema tentang organisasi.. ini kali kedua saya mengangkat tema tentang keorganisasian.
Judul di atas akan memberikan sedikitnya 7 fenomena yang biasa terjadi di dalam tubuh sebuah organisasi. mudah-mudahan postingan yg sekarang bisa menjadi bekal buat mereka yang aktif di organisasi saat ini, atau Beberapa fenomena organisasi yang umum terjadi adalah:
1. Jenuh
Rasa jenuh atau bosan terhadap organisasi yang diikuti kerap kali terjadi. Rasa jenuh ini bisa ditimbulkan akibat keadaan organisasi yang berjalan stagnan, rapat2 yang monoton, kerja yang berantakan, dan kurangnya kekompakkan. Hal ini sering terjadi baik organisasi yg berjalan selama 1 tahun ataupun 6 bulan. Boro2 6 bulan, kepanitiaan yang 2-3 bulan aja sering mengalami kejenuhan.
Untuk fenomena pertama ini beberapa solusi yang bisa saya tawarkan adalah dengan memanjakan diri sendiri. Hal-hal yang dimaksud bisa berupa shopping ke mall, tidur, nonton, pergi ke salon, atau jalan2 dengan teman yang non-organisatoris juga oke. Pokoknya semua hal yang bisa membuat lupa sejenak(sengaja dilupakan) urusan organisasi. Asal, harus jelas waktu untuk bermanja2an ini. Sehari dua hari cukup kok, buat me-reload otak.
2. Tidak/ kurang puas
Kebanyakan rencana, kebanyakan janji dari pimpinan, kebanyakan agenda, dan kebanyakan mimpi, membuat semua yang ada di organisasi tersebut terlalu banyak berharap kepada organisasi. Dan ketika satu persatu tidak terlaksana, maka bukan saja ketidakpuasan yang didapat, tetapi juga kekecewaan staff thd pimpinan mereka.
Beberapa solusi adalah, jangan menggantungkan sesuatu ke sesama makhluk. Kita dituntut untuk berperan dgn sebaik2nya dimanapun kita berada. Bukan malah berharap dari yang lainnya. Karena ketika harapan itu tidak tercapai, yang tersisa cuma kekecewaan. Jadi ketika melihat sebuah permasalahan atau program kerja yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sikapilah secara bijak, jangan menggerutu dan memasang sikap kecewa.
3. Krisis kepercayaan
Umumnya terjadi kekurangpercayaan dari staff ke koordinator. Hal ini lebih disebabkan oleh peran koordinator ybs dilihat dari kompetensi dan motivasinya sebagai seorang koord. Jadi saran nih buat para koordinator, coba kenali diri Anda terlebih dahulu, lalu coba ukur kompetensi dan motivasi Anda di organisasi tersebut.
Namun bukan itu yang dibahas sekarang. Krisis kepercayaan bisa juga terjadi antara koord dan ketua. Maksudnya, seorang koordinator kurang bahkan tidak percaya ketuanya mampu menjalankan kepengurusan dengan baik, dalam artian mampu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Koordinator kurang bahkan tidak mempercayainya. Ini bahaya!!! Jika koordinator saja tidak percaya sama pimpinan, bagaimana dengan staffnya. Umumnya, koord adalah penghubung ketua dengan staff di luar konteks pleno dan rapat bersama. dikhawatirkan, apabila muncul gejala2 ketidakpercayaan ini pada koordinator, ia lalu menularkannya kepada staff, yang nantinya membentuk sebuah laskar. Keluar deh mosi tidak percaya dari satu divisi.
Solusi, jangan mudah kena sugesti, saran2, pengaruh, dari luar. Meskipun itu datang dari ketua organisasi sebelumnya. Ketua juga harus lebih peka terhadap masalah2 anak buahnya. Namanya juga anak2, mereka cenderung masih mau dimanja.
4. Benchmarking
Ini yang paling saya gak suka. Benchmarking, atau dalam bahasa sederhananya adalah membanding2kan pengurus yang tahun ini dengan tahun2 sebelumnya. Apalagi jika tahun sebelumnya sudah mencapai titik kepuasan paling maksimal, pasti dampaknya apapun yang terjadi di tahun ini belum dinilai maksimal kalo tidak lebih memuaskan dari tahun sebelumnya. Solusinya, coba mindset Anda dirubah, terutama untuk kaum organisatoris aktif, silakan pegang prinsip bahwa ketika berubah tahun maka kepengurusan memasuki episode baru, yang skenario dan para pemainnya juga baru. Saran, jangan terlalu yakin bahwa kepengurusan taun sebelumnya itu paling baik sehingga pantas untuk dielu2kan. Bisa jadi Anda cuma membenarkan langkah2 kepengurusan taun sebelumnya, membenarkan asumsi awal Anda yang puas dengan kinerja tahun kemarin, tanpa mengetahui nilai dasar dari regenerasi organisasi. Sederhananya, Anda cuma tahu parameter keberhasilan Anda itu ya divisi Anda tahun kemaren (buat yang kemarennya ikut organisasi yg sama).
5. Budaya melestarikan proker
Kalo melestarikan alam itu mah kewajiban kita sebagai manusia. Lain cerita dengan melestarikan proker. Maksudnya di sini adalah, Anda sebagai penghuni organisasi pasti dibagi ke dalam divisi atau bidang2 tertentu sesuai dengan kapabilitas dan kredibilitas Anda. Dan yang Anda lakukan pertama kali dalam menyusun program kerja adalah dengan melihat program2 kerja tahun sebelumnya lalu memasukkan mereka ke dalam proker Anda sekarang. Cara memilih sebuah proker itu masuk atau tidak ke proker Anda yang sekarang adalah dengan melihat kesuksesan acaranya. Jika sukses, maka dilaksanakanlah lagi, nyari aman. Jika tidak sukses, bukan tidak mungkin untuk tidak dibahas. Nah, anak2 kita memang masih kurang peka dalam menganalisis sebuah program kerja, baik yang udah teruji sukses dilaksanakan, atau yang baru muncul sekalipun. Mereka cuma melihat suksesnya acara tersebut, tanpa mempertimbangkan kemampuan, massa, dan relevansinya terhadap visi organisasinya yang sekarang. Saran, ketika baru terbentuk kepengurusan dan mulai merancang2 proker, jangan ingat2 dulu proker2 yang sudah, cobalah berkreasi dan merasa tertantang untuk membuat proker2 baru. Mulailah dengan melihat visi organisasi, lalu sinkronkan proker dengan tujuan divisi Anda dibentuk.
6. Penyukses divisi bukan visi
Kebanyakan yang diketahui oleh anak2 organisasi di dalam divisinya adalah, mereka mempunyai sejumlah proker untuk dikerjakan, dan menjaga divisinya agar tetap kompak. THATS IT! Kebanyakan dari organisatoris aktif terutama yang levelnya masih staff dan koordinator, ya itulah pandangan mereka thd divisi. Maka bukan tidak mungkin banyak dari mereka yang cuma menyukseskan divisinya sendiri, bersikap apatis thd divisi lain, merasa berbangga diri yang berlebih, ketimbang menyukseskan, menyelaraskan, menserasikan, dengan visi organisasi. Saran, ubah mindset! Ubah pikiran kalo divisi itu cuma bagian dari organisasi, tetapi setiap divisi berapapun jumlahnya jika bersatu, akan menentukan keutuhan organisasi. Mulailah dari kesadaran Anda sendiri untuk memiliki mindset bahwa organisasi itu bukan milik satu divisi.
7. Post Power Syndrome
Ada yang tau arti sebetulnya? Terus terang tahu istilah ini dari seseorang sekitar 2,5 tahun lalu. PPS itu sederhananya adalah merasa seolah2 masih punya kekuasaan sementara kekuasaannya udah habis atau udah digantikan. Ini mungkin terjadi ketika Anda udah jadi alumni dari organisasi yang Anda geluti sekarang. Saran, buat Anda yang masih di organisasi, apabila menemukan gejala2 PPS, harap waspadai lalu sikapi sebagaimana mestinya. Dewasalah, kalian mampu kok tanpa didikte alumni. Konsultasikan dengan ketua Anda saat ini.
Maap, postingan di atas cuma berdasar pengalaman. Jadi kebenarannya tidak akan teruji kecuali Anda sendiri yang melihat dan mengalaminya. Thanx 4 reading.





saya cuma bisa bilang…
hmmm…
SETUJU!
vote for adheet!!!
**** mw nyalonin buat taun depan kan dit??
Ikutan nimbrung ya Dheet :
Nice POst..
Ya..itu gunanya ada divisi semacam litbang, yang biasanya punya segudang ide untuk meningkatkan semangat seluruh personel organisasi melalui acara semacam upgrading.
Hmm..sedikit pengalaman temen nih,
Ada salah satu staf-nya yang ngomel2 terhadap aturan2 dalam organisasi/kepanitiaan yang sedang diikutinya. Walopun sudah upgrading, si staf tadi mengatakan seperti ini “Upgrading tadi gak penting banget deh”, bahkan dia mencerca koordinatornya sendiri. Hmm..kayaknya persoalan LOYALITAS juga patut dipertanyakan terhadap setiap personel organisasi/kepanitiaan, mungkin bisa ditanya saat kali pertama wawancara calon staf/personel organisasi/kepanitiaan tersebut. Ya..klu emang ada yang salah dalam organisasi/kepanitiaan itu sebaiknya segera di-tabayun-kan dan kemudian diperbaikki (klu organisasi/kepanitiaan itu tetep dzalim setelah diperingatkan, ya serahkan pada Allah SWT *secara tugas kita cuma menyampaikan…). Nah, muncul permasalahan baru lagi, yaitu KETERBUKAAN, terkadang staf atau seseorang yang lebih rendah kedudukannya (dalam struktur organisasi) tidak terbuka terhadap koord atau pimpinannya, atau parahnya tidak berani menegur koord yang salah, bahkan lebih..lebih..parah lagi tidak mau membaca (iqro’) kondisi organisasi/kepanitiaan, tempat ia berada. Sehingga bisa saja permasalahan yang diketahui/dialaminya itu dia simpan sendiri dan bisa menyebabkan ketidakpuasan, ketidakpercayaan, kekecewaan, kejenuhan, dll.
@ Adit
Okeh,, maju terus Dit… Sepakat ama Adit… Vote for Adheet (KETUA HMIF 2009-2015).. Go Adit Go….
@Yuniara
Keharmonisan organisasi ketika smua orang merasa memiliki organisasi tersebut…
setuju aja deh ..
btw dit, ada nama lu di sini http://diaryeki.co.cc/?p=59
kunjungi ya ..
@ andika,..
mw jadi ketua himpunan apa ketua itttelkom tu dik?
lama nian…
setuju 5% dari semuanya….
DUKUNG Adit 200%… ayo dit.. MAJU lagihhh…
Tapi jujur dit, analisa mu muantap,
Itu memang sebagian dari dinamika organisasi,, yang sebetulnya juga merupakan miniatur dari kehidupan…. KEPUASAN, ketidakpuasan adalah hal lumrah dari setiap interaksi sosial yang berlangsung… KITA TIDAK BISA MEMUASKAN SEMUA orang.. tapi at least jangan SAMPE ada yang DIRUGIKAN!!!, satu hal yang cukup membantu ketika berorganisasi .. yaitu Paradigma diri untuk MELAYANI bukan DILAYANI, MEMBERI bukan DIBERI.
UNtuk PPS, saya sempet mengalami dit,, and alhamdulillah segera bangun dan tersadar dari kondisi tersebut dengan cara MENCARI KESIBUKAN baru!!, Untuk masalah Visi Vs DIVISI,, itu mungkin terjadi karena masalah internalisasi dan sosialisasi sampe kristalisasi visi misi organisasi yang belum mantap dan membumi.. that’s All keep writing dit… GOOD Write!!!
wew…. memang ketika udah besar diorganisasi, alumni organisasi kadng memang mash ingin menacapkan dominasinya di oragnisasi ….
keknya ini curhatan kah dari seorang adhit ?! ataukah gejala mau maju mjf ketua semester depan !?!
@aji, LoL.. gak akh… mau lulus berapa taun.. T_T

@yuniara, iya itu jg bisa.. emang harus saling terbuka sesama rekan di organisasi
@andika,, makjang masak 2009-2015
@erda,, nggak akh kak,,, takut gak lulus2.. hehe. keinginan mah masih ada… cuma kalo udah jadi prinsipku sih siap gagal 1 tahun di kuliah untuk hmif,, tapi.. itu berarti lulusku masih 2 tahun lagi.. T_T ndak mau akh… jadi SC mabim ajah..
@afwan.. hehehe