jump to navigation

Orang-Orang Penyembuh August 28, 2007

Posted by adhe3t in Motivasy.
2 comments

Ini adalah beberapa kutip kata yang saya dapat setelah membaca buku “sukses dan sukses” miliknya Gede Prama.

pelajaran pertama….
Saya sering melihat bayi. dan kuyakin kau juga sering menjumpainya. berapapun marahnya saya, sedashyat apapun stress dan tertekannya saya, sejuta pikiran dan hal-hal tidak penting yang membuat kegundahan dalam hidup saya, cair seketika ketika bertemu dengan sesosok tubuh mungil yang kerap dipanggil bayi itu. segala tingkah polah makhluk ciptaan Allah ini, mulai dari tersenyum, merangkak perlahan, berusaha berdiri, dan susah payah melafalkan kata “mama”, selalu membuat saya takjub. ikut tersenyum. ingin sekali saya menjadi kecil lagi.
bahkan ketika sang bayi itu bersedia duduk di pangkuan saya, dan sejurus kemudian kencing membasahi celana dan baju saya, tidak ada marah atau kesal sekali pun. malah semua yang melihat tersenyum dan saya sendiri tertawa terbahak-bahak.
ya bayi-bayi kecil yang menurut Gede Prama bak orang-orang baru titahan Allah sebagai sosok penyembuh. Kenapa kita tidak bisa marah kepada bayi. sekali pun ia menagis sepuluh kali lebih banyak dari orang dewasa pada umumnya, menjerit dan memberontak ketika ibunya tidak ada. adalah karena pandangan sang bayi kepada semua orang adalah sama. dia tidak membeda-bedakan apakah saya ini tetangganya, saudaranya, atau musuhnya. apakah saya ini kotor, bersih, atau berdandan seadanya. dan apakah saya ini berasal dari orang kaya, miskin, atau biasa-biasa aja. Non Judgemental. itu salah satu dari sekian banyak sifat bayi yang istimewa. Non judgemental alias tidak cepat menilai dan mengklaim seseorang itu baik atau buruk, benar atau salah, dan sesat atau tidak. sikapnya yang bisa menerima semua orang tanpa perbedaan, bisa menjadikannya sosok-sosok penyembuh di masa kini.
yang kedua, bayi mempunyai sifat sebagai pendengar yang baik. dia mendengar semua perkataan dari orang mana pun dengan baik. ia akan mengikuti sosok ibunya yang mengejakan “mama” dengan sangat sabar. dan sang bayi berusaha mengikutinya dengan sangat ikhlas.
bayi tidak membedakan apakah perkataan itu kotor, najis, jijik, atau racun sekali pun. seorang bayi juga sangat sensitif terhadap gerakan-gerakan tubuhnya sendiri. saat ia ingin merangkak, berdiri, memukul-mukulkan tangannya ke udara, ia langsung melakukannya..
alangkah bahagianya hidup ini kalo makin banyak saja orang-orang penyembuh di sekitar kita. di zaman sekarang susah menemukan orang2 seperti ini. orang2 yang tidak cepat menjudge orang lain, orang2 yang sabar mendengar, dan yang sensitif sama gerakan2 tubuh…

thnx 4 reading…